Selasa, 20 Mei 2008

Dia

Orang yang datang dari dunia lama

Menyeberangi lautan maya penuh usaha

Hanya untuk bertemu muka

Untuk mengantarkan sapa


Datang dengan tangan terbuka dan senyuman hangat

Rela mendengarkan cerita penuh lara

Dengan telinga terbuka dan hati yang ramah

Walau baru saja kembali bersua


Dan dia selalu membawa canda tawa

Menghiasi hari-hari yang dingin dan kelam

Melumerkan hati yang beku karena luka

Menghilangkan semua darah duka


Lalu aku bersyukur atas kerelaannya

Dan atas senyum dan candanya

Yang dapat membuatku tertawa

Di saat-saat kejatuhan


Dan aku bersyukur atas perhatiannya

Yang menguatkan dan menyejukkan

Sekaligus memanjakan dan memabukkan

Dan mendatangkan senyum tersembunyiku di kala sendirian


Ah, aku bersyukur karenanya

Yang menceriakan hari-hariku dengan canda

Membuatku bisa menatap hari depan yang menjanjikan

Dengan semangat di dalam dada

Accidentally

Lonely souls…

Accidentally reunited…


Old lost friends…

Found themselves in a new meeting…


Old and lost sorrows…

Found each other and sparks new joys...


Drawn and hypnotized by the sound of laughter…

Spinning and dancing…

And blending in serious words and playful laughter...

A beautiful togetherness...

Hope it can last…

I Just Want to be Happy...

Last night, I pray:

I just want to be happy

I think I really deserve to be happy


So, please happiness…

Come to me

Stay with me for a while longer

Like for a lifetime

Don’t go away so soon

Stay with me…


Because you see,

I just want to be happy…


So help me God!

Screaming the Unsaid Words

I just want to scream!

Screaming the unsaid words…


There’s uneasiness creeping up inside my vein…

So deep, I can feel them in my bone

The lost feeling…

Like you were left behind…

Like no one care…


Like an arrow of pain…

Burst into your fleshy soul

Like you want to shed a drop of tear…

But somehow, you just can’t


I’m not blue… I’m black!

Pitch dark…

All I can do is pray to see the light…

Soon, before I loose my sanity

Before I became too cynical

And make everything meaningless…


Shed my blood…

Shed my fears…

Shed my tears…

And I’m screaming the unsaid words

Here….

Alone.

Emotional Roller Coaster


A roller coaster ride of emotions


Fly you up to the sky…
Then let you fall to the deepest crater…

Fulfilling you with hope and promises…

Then give you mean words and cold shoulders…



I’m stuck,

Get the feel as if I can’t breathe

Everything becomes too much…

Too crowded, yet too quiet and too lonely at the same time…


My space became shallow and narrow

While I desperately trying to get out…


I’m trapped

It feels like I am in a borderline

Between reality and dreams…

Between hate and love…


Standing in a very thin borderline…

In the tip of my toes…

I’m on the edge…


Very tired...

Just trying to feel the happiness…


Help me…

Is there anyone out there who hears me now…?

Strong for Myself

At this moment, on the edge of loneliness..
I'm holding grudge
But I have to let it all go...
Cause I have to be strong for myself.


Until a better day come on my way..
Maybe sooner, maybe later
I have to stand still
And I have to be strong for myself


Cause a believe that I deserve to be happy
Aren't we all?
So I'll wait
And be strong for myself in this mean time.

Kau Pikir, Aku Tidak Tahu?1

Kau pikir, aku tidak tahu?!

Hal-hal yang kau gunjingkan di belakangku

Hal-hal tentang aku

Yang hanya merupakan pendapatmu

Tapi lalu kau bakukan itu layaknya fakta sambil lalu


Kau pikir, aku tidak tahu?!

Kau hinakan aku

Dengan hal-hal rendah tanpa tabu

Seolah-olah aku tak tahu rasa malu

Semua kau lakukan di belakangku


Kau pikir, aku tidak tahu?!

Betapa munafiknya kamu

Tersenyum di hadapanku

Mengumbar kata-kata penuh madu

Namun berbisa merindu


Kau pikir, aku tidak tahu?!

Betapa keji sebenarnya hatimu.

Apa yang Terjadi Diantara Kami Berdua

Apa yang telah terjadi di antara kami berdua:

Adalah ketidak seimbangan,

Dan perbedaan dasar akan cita.


Yang kemudian pasti dan perlahan..

Menggerogoti dan memberi jarak,

Dan berakibat memisahkan.


Tetapi kemudian..

Muncul tuduhan tak berdasar..

Dilandasi oleh ketidaksiapan akan perpisahan.


Dan lalu kemudian..

Muncul kasak-kusuk menyebalkan!

Yang dilandasi oleh semangat setia kawan.


Tanpa memperdulikan objektifitas,

Maupun kebenaran,

Karena semangat setia kawan berlebihan!


Dan lalu aku di sini terpana...

Heran dan bertanya-tanya...

Menganga bagai luka...


Betapa mudahnya luka berubah menjadi bisa!

Betapa mudahnya melukai atas nama cinta!

Dan aku makin menganga...


Tak kunjung kutemukan jawab...

Walau terpekur penuh luka!

Jadi kini kutegakkan jiwa!


Biar bersimbah peluh luka..

Biar terkoyak tusuk berapapun juga..

Kini kutegakkan jiwa!


Akan kuterbangkan asa dan cita!

Dan aku akan berdiri tegak!

Tak peduli apapun jua!


Terserah orang mau bicara apa!

Aku adanya begini saja..

Tak ingin bermuka dua.


Jadi aku akan tetap ada!

Biarpun terluka, akan kubesarkan jiwa..

Demi cita! Demi cita!

Walau Semua Telah Berlalu

Walau kini semuanya telah berlalu...

Tapi masih tetap kamu mempertanyakan itu?

Walau telah kuberikan jawabanku...

Kenapa masih tetap kamu mempertanyakan itu?


Belum cukupkah waktu...

Selama ini yang kau habiskan denganku?

Sehingga masih saja kau mempertanyakan itu...

Tak kenalkah kamu padaku?


Dengan demikian aku tahu...

Betapa kamu tidak mempercayaiku!

Dulu sampai sekarang...

Kini aku tahu!


Aku lelah dan pilu...

Kata maupun asa di balut sendu,

Tak bisa lagi kuungkap padamu...

Terlalu perih sakitku!


Jadi sekarang, biarkan aku berlalu...

Dari kehidupanmu...

Aku tak mau lagi mendengar tuduhan-tuduhan itu...

Tak mau peduli lagi akan pertanyaanmu!


Terserah apa kamu mau anggap aku!

Terserah apa kata orang tentangku!

Terserah apa kata temanmu padaku!

Aku tak mau lagi tahu!


Aku lelah dan pilu....

Terlalu perih sakitku!


Mungkin karena itu....

Begitu mudah kulupakan kamu!

Apa yang Sudah Terjadi

Apa yang sudah terjadi janganlah lagi disesali,
Sudah tak perlu lagi ada pertanyaan tanpa bukti..
Simpanlah apa yang kita alami sebagai bagian kehidupan masa lalu yang manis dalam hati.
Dan songsong masa depan sendiri..
Sampai nanti saat bersua dengan citra imaji yang lebih tepat bagi diri sendiri.

Shadow

Shadow come in many form

And I, stand hereto fight

I believe that I had created preciousness

Filled with all my knowledge and sense

Shaped with all my sweat, tears and blood


And hereby shout it out loud:

I shall not let the shadow take it away!


Not my precious, not my originality!


Don’t you dare to!


The Things I Wish I Could Tell You..

The Things I Wish I Could Tell You….

Is how many times you cross my mind in a day….

Is how seeing you just for a second make my day wonderful….

Is how my heart beats whenever you near me….

And how many times I fall in love with you, over and over again.


The Things I Wish I Could Tell You….

Is how my heart ache every time my sense tells me that something wrong happened to you….

Is how my heart breaks every time I see you tired or sick….

Is how much I wanted to relieved you from all the suffer and pain….

And kept you safe and sound inside my warmth and loving cave.


The Things I Wish I Could Tell You….

Is how much you light up my mind and my soul….

Is how much you mean just about almost everything to me….

Is how much I wish I could mean the same thing for you….

And how much I care about you.


The Things I Wish I Could Tell You….

Is how much I tried not to say “I Love You”

But in fact I really do.

Revelation

Here,

Standing on the Edge of Day

I’m facing a Revelation


It suddenly came to me

Who I am, What I am

For You….


I am your Black Hole

Your sweetest and wildest dream

Your last defense from the madness of the world


Here with me,

You can be nobody

You can forget everything


No more roles, no more norms

No more responsibilities, no more duties

No more fake smiles, no more cheap talks


With me

You can be you

And only be you


And with me

You don’t have to hold back

Just let go, and be you


Cause you see,

I know… I understand….

So don’t hesitate


I’ll be the one

Who fulfill all your dreams and needs

Who will be your last defense


I’ll be your black hole

Cause you are my revelation.


Menjerit

Kau datang dan pergi sesuka hati

Hanya peduli akan kebutuhanmu untuk berbagi

Bukannya aku tak mengerti....


Aku disini duduk sendiri

Melamun dan bergalau hati

Hanya ingin kau pahami....


Jadi aku menjerit di dalam hati

Dimana waktuku untuk berbagi?

Kebutuhanku akan dirimu pasti....


Kau bagai hujan rintik-rintik

Menarik dan menggoda hati

Tapi tak pernah cukupi diri ini....


Bening

Bening...

Hening...

Waktu tak bergeming.


Ada suara gemerincing?

Ah...


Itu derai deritaku.

Itu surai kepedihanku.

Itu lirihan asaku...


Bening. Hening. Sepi.

Tanpa penonton.

Tanpa pendengar.

Tanpa perasa.


Semua hanya hening...

Lalu aku membisu.

Membatu.

Menghening...


Aku sudah hening.

Jatuh

Aku ingin teriak.

Aku ingin menjerit.

Aku terpukul.

Aku jatuh. Lagi jatuh. Jatuh lagi.

Aku terhimpit.

Aku sesak. Lagi sesak. Sesak lagi.

Lelah. Sesak. Lelah.

Untuk Apa?

Dia berkaca pada air

Yang terlihat wajah yang asing


Dia berkaca pada hening

Yang terpantul jiwa yang kosong


Dia berkaca pada asa

Yang teraba hati yang beku


Dia berkaca pada nalar

Yang terpampang tipu daya


Lalu aku bertaya:

Untuk apa?


Memedam jiwa…

Memendam asa…

Memedam diri…


Untuk apa?


Sesak

Aku sediri

Aku membisu

Terpekur tak menentu…


Aku jatuh

Lalu kandas

Dan terluka…


Aku lelah

Tangis telah hening

Airmata telah kerig…


Sesak

Sesak

Sesak…


Titik Hujan Itu..

Di titik hujan itu

Aku tersenyum penuh syukur

Air membasuh luruh

Membuang duka dan keluh

Menyisakan jiwa yang takjub


Di titik hembusan itu

Aku terpana bahagia

Angin membelai mesra

Membawa bisikan penuh makna

Memuaskan hasrat dahaga


Di titik hangat itu

Aku menari lupa diri

Api kecil berkelip di hati

Menyala tetap di tengah badai

Memberi cinta yang damai

Di titik hujan itu...

Aku bertemu kamu.


Sejenak Hening

Aku terduduk

Termangu

Bersyukur


Tiap sel tubuh merasa dibelai semilir

Riang

Sedikit meringankan beban


Sore ini begitu hening

Begitu tenang

Aku hampir tersenyum


Kutarik nafas dalam-dalam

Kemaruk

Rakus akan kedamaian sesaat


Begitu nikmat

Namun tetap menyisakan sedikit pekat

Karena tahu saat ini akan berakhir


Tapi tak apa

Biar kunikmati saja

Sejenak hening ini.


Saat Jatuh di Pantai Itu..

Malam itu

Aku mengeluh dalam buih

Lalu riaknya datang dan berusaha membelaiku

Tapi aku hanya diam


Saat itu

Aku menangis pada desir

Lalu semilir datang dan berusaha menghiburku

Tapi mataku cuma menatap nanar


Kala itu

Aku mengaduh pada bulir

Lalu gemericiknya datang dan berusaha meringankanku

Tapi aku sudah terluka


Sekarang itu

Aku merana dalam getir

Lalu hanya dapat terpana

Kemudian kehilangan makna.


Lelah

Aku lelah...

Entah kenapa semua begitu gundah

Tak tentu arah

Aku heran...

Begitu besarkah peranan uang

Sekejap berhasil merubah saran

Aku letih....

Muak dengan petatah petitih

Yang penuh dengan bisa berbuih

Aku tak mengerti kenapa aku

ditentang...

Dihina dan dilawan

Dijadikan bulan-bulanan

Aku pilu...

Menahan perasaan membiru

Yang menyusup dari lidah yang kelu

Aku lelah....

Inginku hanya untuk tidak punah

Ataupun menguap ditelan resah

Aku hanya berusaha untuk menjadi...

Membentuk diri sendiri

Berjuang dengan tekad dari hati

Itu saja.


Mimpi Sebuah Komet

Aku adalah komet.

Meteorit.

Batu angkasa.

Terserah hendak kau sebut apa.


Aku pengelana.

Pengembara.

Melayang-layang ke sepenjuru angkasa.


Aku ringan.

Tanpa beban.

Namun tajam.

Tidak untuk ditentang.


Aku punya mimpi.
Ingin menjadi seperti bintang.
Yang terang dan menyilaukan.
Seperti engkau.


Patah

Lelah...

Cukup sudah.

Aku sudah patah.


Tak tahu dapat tidakkah tumbuh...

Tadinya aku pantang menyerah.

Bekerja keras dan patuh.

Cukupkah?

Tak tahulah...


Aku lelah.

Pintamu kuturuti, sudah.

Saranmu kutaati, telah.

Tetap kau hancurkan, tak ubah...

Tak cukupkah?


Lelah...

Resah...

Bagai melebur desah.

Seperti menelan ludah.

Laksana membungkam gundah.


Ah....

Aku lelah.

Cukup sudah.

Aku sudah patah.


Purnama Semalam

Purnama semalam

Yang menerbitkan sesal

Namun membawakan semangat

Dan memberikan harapan

Purnama semalam

Hangat dan riang

Membawa kenangan

Dan menerbangkan angan

Purnama semalam

Bening bagai kristal

Dengan cahaya yang keperakkan

Bagai wajah tersenyum mesra

Purnama semalam

Begitu lembut dan tenang

Memandu dengan sabar

Menerangi jiwa

Purnama semalam

Menjadi saksi masa

Bergulirnya waktu dan usaha

Untuk mencapainya


Kepada Dia yang di Sana

Kepada dia yang di sana

Kepada dia yang hanya bisa merasa

Kepada dia yang tak terbalas

Kepada dia yang bermimpi

Kepada dia yang mengiri

Kepada dia yang membenci

Semua ini adalah cermin

Semua ini adalah karma

Semua ini adalah cambuk

Lepaskanlah, lupakanlah, pahamilah

Semuanya akan kembali padamu

Berbalik dan menghampirimu

Berputar dalam satu roda kehidupan

Jadi, resapilah

Tulus kami untukmu selalu


Tenang

Setetes embun.

Jatuh ke bumi yang dingin.

Memilukan.

Tapi tak apa, aku sudah tenang.

Seekor serangga.

Patah sayapnya dan jatuh ke bumi.

Menyedihkan.

Tapi tak apa, aku sudah tenang.

Seberkas mentari.

Tertutup awan kelabu tak dapat menggapai bumi.

Ironis.

Tapi tak apa, aku sudah tenang.

Segerombolan burung bangkai.

Datang berputar dan mengintai.

Berharap kemalanganku.

Tapi tak apa, aku sudah tenang.

Saat itu pun datang.

Mencekam.

Saat penghakiman. Saat kejatuhan.

Tapi tak apa, aku sudah tenang.


Titik Awal

Inilah titik. Persimpangan jalan.

Tempat aku berdiri.

Tempat akhri segalanya.

Dan tempat awal yang baru.

Inilah titik. Persinggahan sementara.

Tempat menghela nafas.

Sejenak tak terlalu lama.

Sebelum berlari.

Inilah titik. Tempat bercermin.

Tempat merenung.

Berkaca pada masa lalu.

Dan berharap pada masa depan.

Inilah titik. Yang menentukan.

Yang menuntut keputusan.

Yang membutuhkan jawaban.

Atas pilihan-pilihan.

Inilah titik. Untuk berani.

Untuk mendengar kata hati.

Untuk mengejar mimpi.

Inilah titik. Awal. Akhir. Titik. Awal yang baru.


A Farewell to Chocolate

Sweet, Lovely, As a little one.

Strong and Protective, As a big one.

Always been my favorite.

Always been my Chocolate.

Remember my days with him.

Remember my stories with him.

May God forgive my sins for him.

May the Universe heard my cried for him.

May the Earth saw my tears for him.

May my Love and my prayers always be with him.

May God granted him heavens.

This is my farewell.

This is my mourning.


Entah Sampai Kapan

Aku tak tahu.

Entah sampai kapan.

Aku tak peduli.


Yang kutahu:

Kamu.

Akan selalu ada.

Di dalamku.


Dalam angan, dalam canda, dalam tawa,

Dalam nafas, dalam hidupku.


Rasa itu masih ada.

Di dalam dada.

Dalam hati.

Entah sampai kapan.


Aku tak tahu.

Yang kutahu:

Telah putus harap dan inginku.

Tapi Kamu.

Masih ada.

Entah sampai kapan.


Mimpi Semalam

Malam itu aku bermimpi.

Tentang kamu, aku, tentang kita.

Di dalam dunia maya yang tak nyata.

Dunia yang tak terkira oleh nalar kita.


Di sana kulihat kau tertawa.

Di sisiku, bersamaku.

Dan aku berbunga.


Merona penuh warna.

Di sisimu, bersamamu.

Dan kita terbang, bertualang.

Menembus batas imaji dan jiwa.


Dalam mimpiku itu.

Aku bersamamu, bahagia.

Walau hanya semalam saja.


Saksi Biru

Dan berdirilah ia disana

Sendiri. Sepi.


Hanya sebagai saksi yang bisu,

Dari bergulirnya sang waktu.

Ia gelisah, tapi tak kuasa.

Resah dan pilu dalam hening kalbu.


Ragam peristiwa datang.

Dan ia hanya terdiam terpaku.

Tak kuasa mencegah dirinya digunakan.

Dan bahkan kini dilupakan.


Mengharu dan membiru.

Perlahan tak tertahan.

Membias dan menghilang.

Dalam kelamnya malam.


Broken Man

And there he was

Sitting, eating, drinking

Talking and laughing with college

Like nothings wrong with him


But his eyes were lost

Like deep water


Calm but crushing you

A very still deep water

Just waiting in silence

Eventhough the hopes had drawn


I was shocked

As long as I remember, he was a happy,

‘cheer-up all the time’ man


Now,

Like a bird broken its wings

Only could remember the taste of the blue sky


And his eyes like deep water

Very calm

Very still, waiting in silence

Eventhough the hopes had drawn


A drop of symphaty slips over my soul

Oh, you, bird!

Hope you’ll find a brand new wings to fly for

Hope you’ll taste again the pleasure of the blue sky

Live your life lively

For the sake of live itself


Oh, you, the Broken Man!

That is my pray for you....


Bayang-bayang Keperakkan

Kepada bayang-bayang keperakkan

Yang muncul dan menghilang

Yang bergerak mengikuti arah cahaya


Wahai bayang-bayang keperakkan

Apakah seseungguhnya kamu?

Tampakkanlah wujud nyatamu padaku.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Yang kadang kelabu dan kelam,

Suram bagai malam.

Seringkali kucari kau

Menyeberang Lautan perih

Mendaki gunungan derita

Namun biasanya sia-sia

Tanpa dapat bersua.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Yang kadang bersinar benderang,

Sebening kristal.

Seringkali kau muncul

Ketika aku menyerah dan tertidur

Ketika ku tenggelam dalam duka

Memacuku untuk bangkit dan berdiri

Kemudian menjalani nasib

Mencoba untuk mencarimu lagi.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Taukah kau,

Akan dambaku?

Akan mimpiku?

Akan hasratku?

Akan harapku?

Untuk bertemu.

Untuk merengkuhmu.

Untuk menyatu denganmu.

Untuk bersamamu.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Aku tahu

Bahwa kau adalah bayang-bayang

Tetap akan menjadi bayang-bayang

Bagiku.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Aku tahu,

Sia-sialah dambaku

Sia-sialah mimpiku

Sia-sialah hasratku

Sia-sialah harapku.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Walau aku dalam kesia-siaan

Aku tetap mendambamu.

Aku tetap mengharapmu.

Walau aku tahu,

Kau tetap akan menjadi

bayang-bayang keperakkan

yang bersinar terang

sebening kristal

Bagiku.

Yang takkan dapat kuraih.

Yang takkan dapat kujangkau.

Yang takkan dapat kurengkuh.

Tapi tak apa.

Aku hanya ingin kau tahu.


Wahai bayang-bayang keperakkan

Demikian mimpi ini kuungkapkan

Dalam rangkaian kata

Dan aku akan meminjam desah

Serta desiran angin

Untuk membawanya kepadamu

Dalam alam maya


Wahai bayang-bayang keperakkan,

Tangkaplah suratku ini.

Baca dan renungilah.

Karena inilah aku,

Inilah mimpiku,

Tentangmu.