Dia berkaca pada air
Yang terlihat wajah yang asing
Dia berkaca pada hening
Yang terpantul jiwa yang kosong
Dia berkaca pada asa
Yang teraba hati yang beku
Dia berkaca pada nalar
Yang terpampang tipu daya
Lalu aku bertaya:
Untuk apa?
Memedam jiwa…
Memendam asa…
Memedam diri…
Untuk apa?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar