Selasa, 20 Mei 2008

Menembus Batas

Cinta menembus batas.

Tak ada usia, rupa, ikatan, nurani,

bahkan perbedaan kodrati.


Menembus batas.

Melayang, tak tertahan.

Tak berbentuk, tak berwujud,

namun nyata.

Begitu ada, begitu hidup.


Menembus batas.

Merasuk ke relung hati.

Berdiam di rongga kepala.

Menetap di bawah sadar.

Bahkan, menyatu dengan jiwa.


Menembus batas.

Melahirkan harap.


Hasrat dan damba

untuk merengkuh.

Dalam alam mimpi

tiap umat.


Menembus batas.

Hasrat kadang terjawab,

melahirkan suka.

Asa nyaman

yang terbungkus tawa.


Menembus batas.

Hasrat kadang tak terperi.

Kadang tak terbendung.

Melahirkan perih.

Sengsara dan derita

yang terbungkus rasa kecewa.


Menembus batas.

Walau mendua,

namun tak pernah mati.

Tetap hidup dan nyata.


Menembus batas.


Umat yang merasa,

lah yang menentukan,

bentuknya.

Apa yang akan tercipta,

Darinya.

Derita berselimut Benci?

Sengsara berwajah dendam?

Atau....

Kasih terbungkus tulus?

Sayang berhias bahagia?


Menembus batas.

Itulah, pilihan umat.

Karena,

Cinta menembus batas.


Tidak ada komentar: